header-int

ANUBAN WITHAYAPANYA SCHOOL; SEKOLAH PENCETAK GENERASI PECINTA NABI

Selasa, 30 Jul 2019, 15:18:51 WIB - 153 View
Share
ANUBAN WITHAYAPANYA SCHOOL; SEKOLAH PENCETAK GENERASI PECINTA NABI

ANUBAN WITHAYAPANYA SCHOOL; SEKOLAH PENCETAK GENERASI PECINTA NABI

Oleh: Moh. Nawafil*

Sudah suatu dambaan tersendiri bagi seluruh umat muslim jika bisa meneladani sang nabinya,mengikuti sunnahnya dan menaati segala perintahnya. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa nabi yang terakhir adalah baginda nabi Muhammad SAW, beliaulah nabi yang diagung-agungkan oleh umat muslim di seantero dunia. Tidak ada nabi lagi setelahnya, sehingga beliau juga dijuluki sebagai nabi akhiruz zaman. Sebagai seorang nabi, tentu banyak hikmah-hikmah dibalik perbuatan, tindakan, ucapan, dan ajaran beliau yang mesti jadi suri tauladan para pengikutnya. Tak heran jika seseorang bertindak dengan ala nabi, maka disitulah ia akan menuai beberapa kebaikan.

Beliau diutus untuk menyebarkan agama islam di daerah arab yang terkenal gersang, panas dan tandus. Kondisi geografis tersebut berimplikasi terhadap karakter masyarakat setempat. Sehingga dahulu bangsa arab adalah bangsa yang suka marah, berperang, emosional, dengki dan lain sebagainya. Sebab itu pula, nabi Muhammad dalam dakwahnya bertujuan untuk menyempurnakan akhlaq. Sebagaimana hadits yang sudah masyhur didengar umat muslim bahwa innama buistu liutammima makarimal akhlaq, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Berkat hadirnya nabi Muhammad lah, karakter-karakter mulia, indah dan elok bisa kita implementasikan saat ini. Bayangkan saja jika baginda nabi Muhammad tidak diutus oleh Allah?, mungkin diseluruh dunia sudah terjadi peperangan, moral yang rusak dan alam yang sudah kehilangan jati dirinya. Begitu besarnya jasa dan perjuangan baginda nabi Muhammad SAW kepada ummatnya, hingga Allah berfirman “Dan taatlah kepada Rasul supaya kamu diberi rahmat” (An-Nuur:56). Di ayat yang lain juga dijelaskan bahwa “Barang siapa yang mencitai Rasul, maka sesungguhnya ia telah menaati Allah” (An-Nisaa’:80). Bahkan dalam Surat Ali ‘Imran ayat 31, Allah berfirman bahwa “Katakanlah (muhammad): ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’”. Dalil-dalil yang lain membuktikan bahwa pada hakikatnya Allah juga bersholawat kepada baginda nabi Muhammad, dalam Surat Al Ahzab ayat 56 “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.”

Beberapa hal diatas menjelaskan bahwa betapa pentingnya kewajiban kita untuk meneladani, meyakini dan mentaati dengan penuh cinta pada Nabi Muhammad SAW.Lalu bagaimana hal tersebut bisa terealisasikan?.Salah satu caranya bisa melalui pendidikan. Karena pendidikan adalah sarana transfer of knowledge and character building.Adapun memupuk rasa cinta kepada baginda nabi Muhammad SAW, sebaiknya dilakukan semenjak kanak-kanak.Sehingga kekuatan cinta yang dimiliki tidak gampang goyah ataupun pudar. Setiap anak bisa tertancap di hatinya sebuah rasa cinta yang kokoh terhadap baginda nabi SAW.

Nah, di Thailand selatan terdapat sebuah sekolah yang mengajarkan secara real kepada kanak-kanakbagaimana cara mencintai baginda nabi SAW.Sekolah tersebut bernama Anuban Withayapanya School. Sebuah sekolah yang kurikulumnya mengikuti kerajaan, akan tetapi diintegrasikan dengan kreasi-kreasi subjektif yang bernuansa islami. Murid tidak cukup hanya belajar atau mengerti science saja, melainkan bagaimana murid juga bisa mengerti dengan baik ajaran-ajaran islam. Oleh karenanya ajaran islam di sekolah ini tidaklah dinomor duakan, atau dipandang sebelah mata. Ajaran agama dalam hal ini islam, kedudukannya sama dengan mata pelajaran yang lain. Karena hampir semua murid yang belajar disini beragama islam, guru-gurunya pun juga islam.

Beberapa guidance activities yang mengindikasikan adanya mahabbah kepada nabi yaitu kegiatan setiap pagi yang dilakukan sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan tersebut berupa makan kurma dan minum air zam-zam bagi semua murid dengan didampingi langsung oleh guru kelasnya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kurma dan air zam-zam adalah makanan yang sering dikonsumsi oleh baginda nabi Muhammad SAW, dan beliau sangat suka terhadap makanan ini.

Dalam Shahih Buhari dan Muslim, diriwayatan oleh Saad bin Abi Waqash, dari Nabi SAW beliau bersabda “Barangsiapa mengkonsumsi kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir”. Bahkan nabi Muhammad pun bersabda bahwa “rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, seperti rumah yang tidak ada makanan di dalamnya” (HR. Ibnu Majah no. 3328). Kira-kira jika diterapkan di sekolah, maka sekolah tersebut bisa terhindar dari sihir ataupun kelaparan.Kurma juga bermanfaat untuk mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang dapat membentuk plak di otak. Ketika plak menumpuk di otak, dapat mengganggu komunikasi antara sel-sel otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak dan penyakit alzheimer. Selain itu kurma mengandung vitamin B6 yang telah terbukti meningkatkan kinerja otak dengan membantu tubuh membuat seretonin dan norepinefrin. Seretonin sendiri berfungsi mengatur suasana hati dan norepinefrin membantu tubuh mengatasi stres. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin B6 yang rendah bisa menyebabkan depresi. Jadi, ketika otak terbebas dari stres dan dalam suasana yang baik, maka otak akan selalu tajam dan siap untuk belajar dan menyimpan informasi baru.

Sama halnya dengan kurma, air zam-zam pun termasuk kategori minuman yang diberkati juga dan kaya akan manfaat. Rasulullah bersabda bahwa “sesungguhnya air zam-zam itu diberkati, sesungguhnya ia adalah makanan yang bergizi,” sebagaimana yang tertera dalam hadits riwayat Muslim, (Shahih Muslim: 6513). Masaru Emoto di dalam The True Power of Water mengungkapkan bahwa air zamzam memiliki molekul yang beraturan. Molekul air zamzam berbentuk kristal indah yang berkilauan dan teratur. Emoto menyatakan bahwa selama meneliti molekul, hanya molekul air zamzam lah yang teratur. Bahkan Ada yang meyakini bahwa air zamzam bisa membuat otak menjadi cerdas, pandai, dan encer. Ada pula yang memiliki keyakinan bahwa dengan meminum air zamzam maka akan mendapatkan kemudahan dalam menghafal, terutama materi pelajaran atau Al-Qur’an. Maka tidak heran jika umat Islam memiliki ghirah yang tinggi untuk meminum air zamzam.

Selain kegiatan minum air zam-zam dan makan kurma sebelum pelajaran dimulai, di sekolah ini juga membimbing siswanya untuk mengerjakan sholat dhuha berjamaah di waktu pagi hari dan mengucapkan salam bila bertemu kawan sebayanya. Jadi, sejak disekolah murid sudah diperkenalkan beberapa hal yang menjadi kesukaan baginda nabi Muhammad SAW guna ditiru dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semenjak itu pula rasa cinta dan bangga terhadap nabinya mulai merekah sangat erat didalam jiwa sang murid. Yah, disinilah sekolah para generasi pecinta nabi yang juga tidak buta dengan perkembangan science dan tekhnologi masa kini. Sekolah ditengah-tengah pegungungan, dekat station, masjid dan pasar serta dilengkapi dengan kebun binatang membuat siswa-siswi semakin asyik berlama-lama dalam belajar. Terakhir, Mr. H. Ahmad Samoh, M.I.Pol. the owner of this school mengatakan bahwa “sekolah ini untuk siapa saja dan terbuka bagi semua orang yang ingin belajar di sini”.

 

*) Participants of Practice Field Experience in Southern Border Provinces of Thailand. And Student of Ibrahimy University.

Unidha Universitas Ibrahimy - Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyah - Sukorejo Situbondo Jawa Timur
© 2019 Universitas Ibrahimy Follow Universitas Ibrahimy : Facebook Twitter Linked Youtube