header-int

KKN pertama Provinsi Jambi Universitas Ibrahimy

Minggu, 22 Sep 2019, 15:42:06 WIB - 298 View
Share
KKN pertama Provinsi Jambi Universitas Ibrahimy

JAMBI – Salah satu dari Tri Darma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Sebagai perguruan tinggi yang berkualitas, tentu akan selalu melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat setiap tahun secara terus-menerus(Continually). Universitas Ibrahimy telah mewujudkan ini semua. Yang di kemas dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program ini dilaksanakan setiap tahun dengan penempatan yang tidak hanya di tingkat regional dan nasional. Bahkan internasional. Untuk tingkat regional para Mahasiswa ditempatkan di Dua wilayah. Yaitu Situbondo dan Bondowoso. Yang Internasional ditempatkan di negara tetangga yang disebut negara Gajah Putih yakni Thailand yang telah berjalan Dua generasi. Dan untuk kali pertama Universtitas Ibrahimy menempatkan mahasiswa di Suku Anak Dalam Provinsi Jambi.

Yang menjadi latar belakang diadakannya KKN di Provinsi Jambi ini adalah ketika Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy) berkunjung ke salah satu daerah di Provinsi Jambi tepatnya di Sarolangun. Melihat keadaan Suku Anak Dalam, akhirnya Kiyai Azaim berkeinginan untuk mengirimkan Santrinya, dalam hal ini Mahasiswa Universitas Ibrahimy diutus dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

KKN Jambi perdana tahun ini. Universitas Ibrahimy memberangkatkan tiga mahasiswa, diantaranya, Salim Rahmatullah (Prodi ES), Fikri Riswandha Cahya (Prodi KPI), Rayendra Imrona Yanji (Prodi KPI). Yang bertempat di daerah Dsn. Wonorejo Ds. Muara Kilis Kec. Tengah Ilir Kab. Tebo. Prov. Jambi. Untuk sampai ke daerah tersebut, pserta KKN menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam penerbangan dan dilanjutkan dengan kendaraan bermotor. Dengan medan yang cukup menantang. Jalanan pasir yang berdebu jika musim kemarau dan becek jika musim hujan.

Daerah yang ditempati ketiga mahasiswa bisa dikatakan, antara Suku Anak Dalam (Asli) dengan masyarakat pendatang sudah mulai bisa berbaur satu dengan lainnya. Hanya saja, Suku Anak Dalam, tetap teguh dalam memegang hukum adat yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya. Seperti hal nya, mereka tidak suka jika ada yang meludah didepan mereka, karena bagi mereka hal demikian adalah tidak sopan. Adapun contoh lainnya, mereka tidak suka jika anak perempuan atau istri mereka dipandang berlama-lama. Karena itupun menunjukan ketidak sopanan kepada mereka.

Kegiatan KKN di daerah Jambi ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahunnya. Untuk pengabdian yang terus bersambung dan menjaga silaturrahmu masyarakat Suku Anak Dalam dengan Universitas Ibrahimy, Khususnya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

 

Oleh: Moch Syafi’i Relawan LP2M

Unidha Universitas Ibrahimy - Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyah - Sukorejo Situbondo Jawa Timur
© 2019 Universitas Ibrahimy Follow Universitas Ibrahimy : Facebook Twitter Linked Youtube