header-int

Silaturrahmi Remaja Masjid

Minggu, 15 Sep 2019, 14:47:54 WIB - 220 View
Share
Silaturrahmi Remaja Masjid

Silaturrahmi Remaja Masjid kembali diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Ibrahimy. Pada Kamis, 12 September 2019. Dengan tema  Peran Remaja Masjid  Sebagai Harakah Penguatan Islam Ahlussunnah Wal jama’ah. Yang bertempat di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan UNIB dan diikuti oleh sekitar 130 remaja masjid dari Dua Kabupaten yaitu Situbondo dan Bondowoso. Sebagai kegiatan rutinan pondok pesantren ini ,melalui LP2M yang bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia(DMI) dan MWC NU Banyuputih mengintegrasikan kegiatan ini sebagai bentuk sosial untuk saling bersilaturrahmi dengan masyarakat khususnya para remaja masjid dan ta’mir masjid.

            Dalam kegiatan kali ini, yang menjadi narasumber adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KHR. Ach. Azaim Ibrahimy. Dan hadir juga dalam kegiatan ini Rektor Universitas Ibrahimy Prof. Dr. Abu Yazid, MA.,LLM., Wakil Rekor I Dr. Minhaji, M.Pd.I. dan Wakil Rektor II Dr. Moh. Asra, ME.I. sebelum acara dengan pengasuh dimulai, terlebih dahulu ustadz Khairuddin Habzis selaku Ro’is Syuriah MWC NU mengisi dialog tentang masjid dan hukum-hukum yang berkaitan dengan wakaf dan lain sebagainya kepada para peserta. Dan peserta pun sangat antusias dan aktif mengikuti dialog tersebut.

            Dalam sambutannya kepala LP2M Hariyanto, S.Pd menjelaskan bahwa, forum ini adalah forum yang menjadikan para remaja masjid, sebagai generasi muda dapat aktif dalam kegiatan masjid. dengan demikian, hubungan dan jaringan antar sesama generasi perlu dilestarikan dan tetap terjaga.

            KHR. Ach. Azaim Ibrahimy juga menyampaikan bahwa perlunya kegiatan semacam ini untuk saling menyampaikan informasi dan berbagi pengalaman antara yang sepuh ke yang muda dan sesamanya. Beliau berharap kegiatan silaturrahmi ini dikemas lebih kreatif lagi, semisal contoh dibuat kelompok-kelompok diskusi, agar sesama remaja masjid bisa saling kenal satu sama lain. “Nambe Taretan” dawuh beliau. Dan berdiskusi terkait masalah ataupun kelebihan yang dimiliki oleh masjid sekitar mereka bertempat. Dan memecahkan masalah yang ada dan meniru apa yang menjadi kelebihan atau keunggulan dari masjid lainnya. Beliau juga menyampaikan agar fungsi masjid dapat dijalankan sebagaimana mestinya seperti shalat berjamaah, pengajian dan sebagainya.

Adapun faidah dari silaturrahmi ini adalah agar para pengurus masjid sama-sama tau antar pengurus masjid yang lain dan yang lebih penting adalah jaringan antar masjid yang saling bersinergi. Karena menurut beliau jejaring inilah yang ditakuti oleh saudara kita yang bukan NU. Jangan sampai ada celah bagi mereka untuk mempengaruhi mindset masyarakat untuk berbelok keluar NU Ahlussunnah Wal Jamaah.

            Kemudian solusi yang beliau berikan adalah agar setiap masjid lebih sering mengadakan pengajian. Dan kegiatan-kegiatan yang dapat menyatukan ummat. Seperti di sukorejo ada istilah “Jum’at Manis” dan di malang ada istilah “Rebo Legian”.

Oleh : Moch. Syafi’i, Relawan LP2M

Unidha Universitas Ibrahimy - Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyah - Sukorejo Situbondo Jawa Timur
© 2019 Universitas Ibrahimy Follow Universitas Ibrahimy : Facebook Twitter Linked Youtube